Tuesday, 22 July 2014

Skyactiv Engine

Pengembangan mekanisme otomotif untuk mesin memiliki sejarah akan kembali lebih dari 120 tahun dan telah melibatkan pekerjaan yang tak terhitung jumlahnya insinyur. Untuk alasan ini kita cenderung sulit untuk berpikir bahwa perbaikan lebih lanjut dalam kinerja adalah mungkin. Tapi kenyataannya tetap bahwa 70 sampai 80 persen dari energi yang terkandung dalam bahan bakar hilang dalam powertrain kendaraan dan gagal untuk ditransfer sebagai kekuatan motif untuk roda-rodanya.

Banyak mobil hari ini bekerja pada mesin perbaikan dengan membuat mesin yang lebih kecil dan berbagai metode lainnya. Salah satu perkembangan Mazda baru-baru ini terhadap konfigurasi mesin yang ideal adalah homogen Biaya Kompresi Ignition (HCCI) mesin, yang menawarkan keuntungan gabungan dari kedua mesin bensin dan diesel. Dalam mengkomersilkan mesin rotary dan melalui prestasi teknis yang luar biasa lainnya, Mazda memiliki sejarah membuat tampaknya tidak mungkin menjadi mungkin. Sekarang, kami telah mengambil tantangan mengejar pembakaran yang ideal.


Skyactiv-G || Skyactiv-D


Mesin
Untuk mesin bensin, Mazda menyebutnya Skyactiv-G dan Skyactiv-D untuk mesin diesel. Di Indonesia Mazda hanya memasarkan mesin bensin. Sedangkan model yang sudah dilengkapi dengan teknologi  ini adalalah CX-5 yang baru saja diluncurkan.

Untuk meningkatkan efisiensi kerja mesin, Mazda menggunakan sistem injeksi langsung dengan perbandingan kompresinya 13:1. Mazda menggunakan perbandingan kompresi 13: 1 (bukian 14:1) karena dengan bensin yang tersedia di Indonesia. 
“Kita memperlajari bensin yang tersedia di berbagai negara. Untuk Indonesia kita perbandingan kompresi yang kita gunakan 13:1 Syaratnya, harus menggunakan bensin dengan nilai oktan di atas 90.” Ditambahkan, untuk Eropa, Mazda sudah menggunakan perbandingan kompresi 14:1. Pasalnya, di kawasan sudah tersedia bensin untuk mesin dengan kompresi tinggi. 
Cara lain yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kerja mesin adalah mengurangi bobot sampai 10 persen dengan menggunakan material yang lebih ringan tanpa mengorbankan kekuatan dan kekokohann. Lainnya, gesekan antar komponen mesin dikurangi 30 persen. Sedangkan piston dan sistem pembuangan rancang ulang sehingga mesin bekerja lebih efisiensi lagi.


0 comments:

Post a Comment